E-Learning dan Knowledge Management System

Sebenarnya sudah sejak awal bulan Agustus ini, topik ini mau saya ulas untuk mengobati my curiosity, karena sekilas kedua sistem tersebut similar.  Jadi, di hari ini saya tuangkan hasil riset kecil2an di internet sejak awal bulan ini  (actually 15 agustus 2011-di draft date blog-,namun baru hari ini bisa meneruskannya setelah 4 bulan berlalu :( ) terkait E-Learning dan Knowledge Management System

Sebelum ke perbedaannya, mari kita ulas singkat dulu persamaannya.  Secara simple, persamaan E-learning & Knowledge Management System adalah keduanya berfungsi sebagai cara/ metode untuk meningkatkan pengetahuan secara berkelompok. Kedua sistem ini tidak hanya cocok untuk pelajar yang notabene memang tugasnya adalah belajar, namun juga untuk segala kalangan, terutama di perusahaan yang para karyawannya harus terus meng-update informasi dan pengetahuan terkait dengan kemajuan dan tantangan perusahaan di masa saat ini maupun mendatang.

Apa itu E- Learning :

Baiklah, tujuan kedua sistem tersebut intinya sama, yaitu belajar untuk mempertahankan dan mengupdate pengetahuan. Namun, perbedaannya, kalau saya analisa dari sisi waktu dan penggunaannya, penjelasannya sebagai berikut :

  • E-learning system
    Dilakukan di awal, misalnya untuk karyawan yang baru bergabung dengan perusahaan dimana harus memenuhi pengetahuan tertentu terkait seluk beluk bisnis perusahaan.
    Intinya karyawan yang harus “mempersenjatai diri sebelum masuk ke medan perang”.
    Bahkan untuk mahasiswa, biasanya sistem ini digunakan untuk memenuhi penguasaan materi mata perkuliahan yang dilakukan via pertemuan virtual antara dosen dan mahasiswanya
  • Knowledge management system
    Dilakukan pada masa kegiatan berjalan, artinya sistem ini digunakan untuk menunjang tugas yang biasa dihadapi di suatu perusahaan. Termasuk di dalam sistem ini adalah Collaborative learning.
    Collaborative learning adalah suatu sistem belajar dimana semua yang belajar disitu, juga memprovide informasi yang terkait permasalah dan solusi yang pernah dialaminya.
    Knowledge Management System ini dapat mengakomodasi antara kebutuhan bisnis dan kebutuhan belajar/transfer informasi yang banyak di alami oleh perusahaan yang biasanya bergerak relatif cepat dalam bisnisnya, sampai terkadang pengetahuan diantara karyawan tidak merata.
    Sistem ini pun tidak hanya bisa diterapkan di dunia industri namun di dunia akademis, terutama di era keterbukaan informasi saat ini. Dimana pelajaran/ilmu tidak hanya diberikan oleh guru namun bisa oleh siswanya.
    Kalau di knowledge management system ini intinya analoginya adalah pejuang yang terus mengisi pelurunya untuk menghadapi lawan di medan perang bersama pasukannya.

Singkatnya, Knowledge Management System berfungsi sebagai metode dan cara untuk memperkecil kesenjangan pengetahuan antara komponen suatu organisasi. Bahkan dibeberapa literatur,  Knowledge Management System dapat berfungsi sebagai metode untuk menunjang proses perubahan budaya. Dimana di era informasi yang begitu transparan dan cepat penyebarannya, perubahan budaya tidak dapat dipungkiri. Contohnya di perusahaan yang sedang berkembang dan sedang membentuk budaya perusahaan dari fase awal perusahaan berdiri sampai saat perusahaan sedang menuju mature dimana bisnis perusahaan berkembang pesat dan jumlah karyawan bertambah.

Idealnya dalam suatu perusahaan kedua sistem ini diimplementasikan. Bagi Anda yang bekerja di perusahaan besar atau yang sudah mature pasti sudah dalam tahap menggunakannya. Namun bagi saya yang sedang bekerja di perusahaan yang sedang dalam menuju mature, kedua sistem tersebut sangat terasa proses peng-’godok’-kan dan penanaman/pembiasaan diri dalam menjalani sistem tersebut. Untuk itu, ditengah menggeliatnya bisnis “start-up” dengan potensinya yang berkembang pesat, pengusaha baru bisa mempersiapkan untuk mulai menyandingkan kedua sistem tersebut, agar proses pembinaan sumber daya manusia di dalam sistem perusahaan, dapat berjalan dengan “smooth” dengan meminimalisir kesenjangan pengetahuan yang dimiliki oleh komponen perusahaan.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.

Ref :
http://www.managementsite.com/296/Using-Knowledge-Management-and-Elearning-for-Strategic-Change.aspx

Mengurus (Sendiri) Perpanjangan Pajak STNK di Depok

Setiap tahun, sudah menjadi kewajiban setiap warga negara yang baik untuk menunaikan pembayaran pajak. Jenis pajak yang harus dibayar oleh warga negara perorangan antara lain yang sudah saya alami sendiri (yg notabene masih menjadi karyawan) adalah PBB (pajak bumi dan bangunan), PPh (pajak penghasilan) dan PKB (pajak kendaraan bermotor). Untuk kedua pajak yang saya sebutkan diawal, biasanya cara pembayarannya lebih mudah dibandingkan dengan jenis pajak yang saya sebut terakhir.

Pertama untuk PBB, salah satu cara pembayarannya dilakukan dengan cukup mentransfer nilai wajib pajak ke rekening tertentu bank pemerintah. Jadi kalaupun ada antrian, adalah antrian di ATM :D .
Kedua adalah PPh, cara pembayarannya sudah ter-otomatisasi dari perhitungan penghasilan di kantor dan effort yang saya lakukan hanya mengisi formulir pajak yang di-update datanya setiap tahun.
Nah, yang terakhir, yaitu PKB memang perlu tambahan effort dalam pengurusan setiap tahunnya, mengapa begitu? mari simak sedikit cerita dari pengalaman saya selama ini.

Saya berdomisili di Depok, daerah Kelapa Dua Brimob tepatnya. Selama ini saya mengurus perpanjangan pajak STNK sendiri sejak tahun 2010-beda 1 tahun umurnya dengan motor Beat Biru saya :D -. Tahun 2010 s.d. 2011 saya mengurusnya di kantor SAMSAT Depok yang terletak di Jl.Merdeka Raya No.2 Depok II Tengah Depok Tlp 77824935 (sumber).

Pertama kali mengurus sendiri, Februari 2010, sempat terbayang keribetan birokrasi, tapi karena rasa ingin tau yang kuat dan keengganan membayar calo :D , saya tekadkan mengurus sendiri. Datanglah saya ke SAMSAT Depok, dan ternyata cukup mudah, karena terdapat papan penunjuk yang cukup jelas, dimana tempat menyerahkan berkas, membayar, dan mengambil berkas untuk perpanjangan STNK. Karena di SAMSAT Depok, adalah pusat segala pengurusan surat-surat kendaraan bermotor, maka loket yang tersedia cukup banyak, mulai dari urusan mutasi, perpanjangan, sampai baliknama. Adapun tempat cek fisik kendaraan berada tidak jauh dari gedung.

Di tahun kedua, awal 2011, saya masih mengurus di SAMSAT Depok. Namun ada perubahan yang cukup bagus, dimana sudah menggunakan nomor antrian seperti di bank. Nomor antrian pun diberikan pada saat masuk pintu, dan nomor tersebut menjadi penanda berkas yang di-submit. Dengan adanya nomor tersebut, sebagai pengantri, saya dapat memperhitungkan kapan berkas saya akan selesai di proses dan merasa tenang, tidak menunggu dengan khawatir berkas akan disalip oleh orang lain :D . Lalu terdapat cooler yang menyediakan air mineral gelas gratis bagi para pengantri.

Di tahun ini, 2012, saya googling apakah di Depok sudah menerapkan sistem seperti di Jakarta yang terdapat SAMSAT dengan mobil keliling, dimana bisa mengurus perpanjangan SIM dan pajak STNK di tempat-tempat mobil tersebut singgah. Sebenarnya sudah sejak tahun 2010 saya sudah googling, namun dari informasi yang saya dapat, SAMSAT keliling di depok belum konsisten, artinya kadang beroperasi. Jadi untuk meng-efisiensikan waktu dan meminimalisir resiko di dua tahun kemarin saya langsung ke SAMSAT Depok.

Akhirnya di tahun 2012 ini, setelah mantap dengan informasi yang di dapat lewat internet, saya menuju mobil keliling, yang beroperasi Sabtu kemarin di Margo City. Menembus hujan yang turun pagi itu saya masuk parkiran Margo City dan bertanya kepada petugas penjaga area parkir, dimanakah mobil samsat keliling tsb, karena kalau dari pintu masuk tidak terlihat. Petugas tersebut menjawab dengan menunjuk lokasinya, yaitu di sebelah utara, depan pintu Bank BCA. Bergegaslah saya kesana dengan masih menggunakan jas hujan dan helm sebagai pengganti payung, karena hujan masih mengguyur dan area outdoor.

Namun sesampainya disana dan bertanya kepada petugas, ternyata mobil keliling itu hanya melayani perpanjangan SIM. Ini jelas berbeda dengan mobil keliling yang beroperasi di Jakarta dimana kebanyakan melayani perpanjangan pajak STNK juga. Lalu petugas tersebut memberi informasi bahwa pelayanan STNK ada di Detos (Depok Town Square) di seberang Margo City. Memang dari informasi di internet saya juga menemukan info bahwa pelayanan samsat ada di Detos mulai dari jam 8, tapi logika saya menolak, karena saya berpikir, jam 8 mall tersebut biasanya belum buka, dan hari Sabtu itu waktu pengurusan pasti sempit, karena hanya buka setengah hari.

Akhirnya saya kembali ke parkiran dan bergegas menuju Detos. Sesampainya di Detos, sudah banyak orang yang mengerumuni gerai samsat tersebut. Kebanyakan dari mereka berdiri sehingga hampir menutupi kedua pintu dari outlet yang merupakan ruangan tertutup dengan dinding kaca. Karena diawal saya belum jelas, mana pintu masuk dan pintu keluar, maka saya pun mengintip dibalik kaca, dimana tempat penyerahan berkas. Ternyata dekat dengan 1 pintu dan saya simpulkan itu pintu masuknya. Lalu saya serahkan berkas saya yang terdiri dari 2 amplop karena saya memperpanjang untuk mobil dan motor dengan KTP yang sama.

Sambil menunggu saya dipanggil kembali untuk memperlihatkan KTP asli, saya menunggu diluar dimana terdapat bangku dan lowong, karena saya pikir panggilan pasti akan terdengar dari luar, seperti yang pernah saya alami di kantor SAMSAT depok yang memiliki pengeras suara dan terdengar sampai keluar gedung. Beberapa lama menunggu, saya tidak mendengar panggilan ke siapapun, namun pengantri keluar dari pintu ke-2, saya berasumsi berkas mereka telah selesai di proses dan mendapatkan kembali STNK yang sudah diperpanjang.

Akhirnya saya masuk kembali ruangan tersebut dan ikut berjejalan dengan pengantri lainnya, dibandingkan harus duduk dan tidak tenang berkasnya sudah diproses atau belum. Dari hal ini saya melihat beberapa perbedaan dengan kantor SAMSAT Depok, dan bisa menjadi poin perbaikan kedepannya demi kenyamanan bersama di gerai samsat Detos, yaitu :

  1. Tidak  adanya nomor antrian
  2. Tidak adanya pengeras suara dengan jangkauan sampai keluar

Kedua hal tersebut membuat ketidaknyamanan bagi pengantri maupun bagi petugas. Ruangan yang kecil dan adanya bangku pengantri di dalam, ditambah pengantri yang berdiri, menyebabkan petugas pun tidak leluasa melakukan tugasnya karena harus terdistorsi dengan perbincangan beberapa pengantri. Untuk pengantri sendiri, pasti lebih memilih duduk dan tidak berjejalan ketika menunggu, namun apa daya daripada harus menerima resiko tidak mendengar saat dipanggil, lebih baik berdiri dan berdesakan.

Saat ini gerai Samsat Detos memang sudah menjadi solusi mengurangi kepadatan pengurusan di Samsat Depok pusat. Namun fasilitas pelayanan masih harus diperbaiki demi menunjang kenyamanan dan efektifitas proses mengantri. O iya, pada saat mengantri, di loket kasir terdapat kertas yang berisi informasi bahwa, mulai tahun 2012, pengurusan Balik Nama BPKB ke Depok gratis biaya. Hal ini tentunya dapat meringankan biaya bagi warga yang memiliki kendaraan second dalam mengurus surat2 kendaraan dan untuk meningkatkan pendapatan daerah itu sendiri.

 

File .js Tidak Support di IE (Internet Explorer)

Wuiih..

Terakhir lihat postingan Oktober 201o, almost 1 year, hiks.

Tapi aku tekadkan harus mulai posting lagi, sebagai asisten dalam mengingat, maklum tahun sudah berlalu, kepala pun makin penuh, RAM belum di upgrade :D .

Kali ini tentang pengalaman yang 2x sudah kualami. Parahnya, pas sudah terjadi lagi, baru teringat kalau hal tersebut harus di perhatikan. Untuk itu kutuliskan disini, agar diri lebih mudah berintrospeksi dan tidak membuang2 waktu untuk mencari solusi dari problem yang sudah dihadapi sebelumnya.

Yaks, ini tentang compatibility browser. Hal yang paling mengesalkan dan menyita waktu memang. Untuk itu, tanpa panjang lebar dan tinggi lagi, ini adalah tentang file javascript (js) yang sering digunakan untuk memperindah tampilan website. Javascript digunakan untuk membuat event/ interaksi/ slideshow (futuristik) antara website dengan user. Masalahnya, karena sekarang ini sudah trend HTML5. Javascript yang digunakan pun sudah tahap advance code yang digunakannya. Sedangkan ada user yang masih menggunakan browser jadul yang belum support untuk meng-compile js (javascript) tersebut. Jadilah kejadian seperti yang kualami.

Kejadiannya website yang aku develop tidak bisa diakses di IE, dari IE 6 sampai IE 8. Gejalanya bila diakses halaman tidak ke-load code nya dan muncul pop up windows bertuliskan “Operation Aborted”.

Dulu waktu kejadian ini aku alami untuk pertama kalinya, aku menyalahkan banner flash yang dipasang di website. Karena memang, bila banner tersebut diganti menjadi menggunakan gif, error tidak muncul di IE 7, tapi di IE 6 tetap muncul. Akhirnya homepage web tersebut aku save as completed HTML, di oprek satu2. Script nya di hapus -> cek -> kalo ga ada pengaruh -> taro lagi -> script lain -> hapus -> cek -> dan seterusnya, sampai aku temukan penyebab utamanya, yaitu adalaaah.. (jeng jeng jeng) : file jquery.js  aku hilangkan dan website dapat diakses normal namun tampilan sedikit tidak rapih.

Setelah di cek ternyata jquery.js nya versi 1.4.4 dari WP (WordPress) versi 3.0 pada waktu itu. Maka aku ganti file jquery.js nya menjadi yang versi 1.3.2 dari WordPress versi sebelumnya. Dan akhirnyaa masalah selesai, website dapat diakses di IE dengan normal kembali.

Kesimpulan :

Bila menggunakan WordPress diatas versi 3.0, harap segera dicatat, bahwa user yang masih menggunakan browser IE dibawah versi 9, tidak akan dapat mengakses website teresbut, karena terlanjur dapat pop-up windows yang bertuliskan “Operation Aborted”.
Untuk itu, ubah file jquery.js yang terdapat di folder /wp-includes/js/jquery/ menjadi jquery dibawah versi 1.4.

Semoga catatan ini berguna buat orang lain yang membacanya pula.

Dilema Listrik Prabayar

Kisah ini saya ceritakan berharap di masa mendatang akan ada solusi penggunaan teknologi yang lebih baik dari yang saat ini para pelanggan listrik terima. Kisah ini bermula saat saya mulai menggunakan listrik prabayar. Di Indonesia, listrik prabayar belum lama diimplementasikan. Implementasi listrik prabayar dimulai untuk para pengguna listrik instalasi baru, sehingga belum banyak orang yang menggunakan.

Solusi pemakaian listrik prabayar sebenarnya merupakan terobosan yang cukup efektif untuk mengurangi kelalaian dalam pencatatan dan kontrol penggunaan listrik bagi pemakaian rumah tangga. Karena prosedur penggunaan fasilitas listrik pada listrik prabayar adalah pelanggan tidak akan mendapatkan energi listrik, bila belum membeli voucher listrik. Prosedurnya :

  1. Membeli listrik prabayar (tersedia nominal Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000, Rp 500.000 dan Rp 1.000.000) dengan membawa nomor ID meteran listrik di rumah kita.
  2. Nomor ID tersebut akan diinput ke sistem PLN, lalu token akan ter-generate
  3. Kita membayar sesuai nominal ataupun ada yang perlu tambah biaya administrasi (saya pernah membeli nominal Rp 100.000 dan membayar Rp 102.000)
  4. Kita menginput token yang didapat ke meteran listrik di rumah, kWh yang tercantum pun akan bertambah nilainya.

Sebenarnya dengan prosedur seperti itu, pelanggan pun dapat mengontrol dirinya dalam menggunakan listrik, artinya juga penggunaan energi listrik dapat lebih hemat, dengan kata lain penghematan energi di Indonesia dapat terwujud dan mengurangi efek penggunaan sumber daya tak terbarukan.

Masalah yang muncul dari listrik prabayar yang belum lama diimplementasikan ini adalah belum siapnya sistem pengisian listrik atau pembelian voucher. Sistem pembelian listrik prabayar teorinya cukup ideal, yaitu pembelian voucher dapat dibeli dimana saja selama ada perangkat yang terhubung dengan server khusus pembelian voucher listrik prabayar PLN. Ada beberapa alternatif pembelian voucher listrik prabayar dari yang saya baca disini, yaitu :

  1. Kantor PLN (sudah pasti)
  2. Kantor POS
  3. Toko-toko yang memiliki alat pembelian voucher dari PLN
  4. ATM BRI, ATM Mandiri, ATM Bukopin (seperti info yang tertera disini) –> tapi saya sudah mengalaminya, pada prakteknya, ATM2 yg dimaksud belum memiliki menu khusus untuk pembelian listrik prabayar

Pada pengalaman pertama saya membeli voucher, saya cukup terkesan, karena saya dapat membeli voucher melalui kantor pos di Kuningan Jawa Barat, padahal rumah saya (yang menggunakan listrik prabayar) ada di Depok. Artinya sistem online itu berjalan dengan baik.

Pengalaman kedua pun tidak ada masalah, karena mulai banyak bertebaran toko-toko yang melayani pengisian ulang listrik prabayar, jadi saya tidak perlu ke PLN atau kantor pos yang lokasinya lebih jauh dijangkau dari rumah. Pengalaman ketiga, mulai menjadi kesulitan, saya mencoba membeli ke toko biasa saya beli, namun katanya saat itu server mengalami error, dan itu sudah berlangsung beberapa hari. Logikanya kalau server error, maka tidak akan bisa dilakukan peng-generate-an token listrik dimana pun. Bayangkan bila meteran listrik di rumah, sudah menunjukkan angka kWh yang tinggal sedikit dan alarm dari meteran sudah mulai menyala (bunyinya bisa didengar dari jauh, malu sm tetangga :D ). Namun pada saat itu, saya berusaha ke kantor PLN berharap server sudah normal, dan :

  1. Siang hari saya langsung ke PLN, tidak berhasil (ya sedikit bisa ditebak, karena server masih bermasalah), lalu di PLN saya diberikan 3 nomor call center listrik prabayar. Kata petugas PLN, bisa langsung dihubungi apabila sewaktu2, server sudah kembali normal.
  2. Sore hari saya kembali ke PLN, katanya server sudah normal dan bisa melakukan pembelian, anehnya, saya pembeli pertama yg datang, token belum ter-generate, namun pembeli yg datang setelah saya, token langsung ter-generate. Lalu saya pun menelepon nomor call center yang diberikan dan saya pun akhirnya bisa mendapat token, dengan proses pembayaran transfer rekening.

Pengalaman yang saya alami kemarin adalah level yg lebih tinggi lagi dari beberapa pengalaman saya menggunakan listrik prabayar. Beberapa alternatif saya jalani demi mendapatkan voucher listrik :

  1. Saya berusaha membeli voucher listrik di toko dekat rumah, namun katanya sedang upgrade alat
  2. Di sore hari saya ke kantor PLN, dan ditangani petugas security 24 jam, karena counter sudah tutup sejak jam 5 sore. Petugas melayani dengan sabar, namun masalah dulu, keanehan kembali terulang, token yang di generate dari inputan ID meter pelanggan, tidak kunjung didapat, padahal ada pelanggan yang datang setengah jam setelah saya, token generated ID meter dia, langsung didapat.
  3. Mulai dari jam 17.20 saat token inputan pertama belum keluar, saya menelepon 3 nomor call center prabayar, ketiganya ada nada sambung, namun tidak diangkat. Hal ini terus saya lakukan sampai kira-kira jam 18.30, nomor call center yang kedua dan ketiga, mulai tidak aktif (entah itu dimatikan atau memang baterai habis). Pun sampai jam 19.20 saat kesabaran saya mulai diambang batas, satu2nya nomor callcenter yg masih terdengar nada sambung, belum jg diangkat.
  4. Saya menunggu hampir 2 jam di pos satpam sejak pembelian pertama di sore, di masa 2 jam itu, telah dilakukan 3 kali inputan ID meter saya ke server mereka, token tak kunjung didapat. Akhirnya saya meminta solusi dan saya dipertemukan langsung dengan karyawan PLN yang sedang bertugas malam itu. Saya diterima bapak2 karyawan PLN tersebut dengan ramah, walaupun mereka sedang menyantap makan malam mereka di kantor.
  5. Ada beberapa orang dalam ruangan tersebut, semua merespon dengan bantuan (mulai dari memberikan nomor telepon kantor PLN terkait sesuai lokasi rumah saya, sampai mengecek ID pelanggan saya) untuk permasalahan yang saya alami. Solusi dari bapak pertama yang saya temui, saya bisa menghubungi PLN region dimana saya tinggal, saya pikir karena KTP saya Depok, PLN Depok lah yang harus saya hubungi, lalu dicarilah nomor telepon PLN Depok. Solusi yang ditawarkan adalah menghubungi PLN Depok dan petugas teknis yang sedang jaga untuk mengatur settingan meteran listrik agar listrik tetap menyala untuk kondisi darurat (teknisnya saya krg mengerti). Solusi ini ujung2nya tidak saya jalani (maaf bapak2 PLN :D ), karena saya sudah lelah untuk menunggu (lagi) petugas dari PLN yang menangani aliran listrik di daerah rumah saya.

Akhirnya dengan gambling, semalam (pasrah kalau tiba2 kWh habis) saya memutuskan akan mencoba membeli voucher di pagi harinya. Di pagi hari, saya membeli di kantor PLN Lenteng Agung, dan berhasil. Ternyata di tengah malam, saya di telepon oleh petugas PLN DurenTiga, bahwa nomor token ID meter saya akhirnya keluar, namun saya telah membatalkan pembelian karena saya baru melihat sms tersebut di pagi hari saat saya sudah membeli di PLN Lenteng Agung.

Sebenarnya untuk pelayanan sumber daya manusia, saya sebagai pelanggan cukup puas atas keramahan dan layanannya. Namun, sekiranya ada beberapa pelajaran dan pembelajaran dalam hal teknologi yang dipetik demi manfaat di masa depan, diantaranya :

  1. Andai pembelian voucher tidak perlu menggunakan input ID meter pelanggan, seperti pembelian voucher untuk nomor seluler. Jadi pelanggan tidak perlu menunggu token, hasil generate dari ID meter.
  2. Andaipun itu tidak bs dilakukan, semoga pembelian melalui ATM2 dapat segera terlaksana.
  3. Andaipun pula itu masih belum tersedia, maka ada sistem ter-sentralisasi untuk mengatur meteran listrik pelanggan dan melakukan setting layanan darurat agar listrik dapat menyala. Tanpa petugas harus ke rumah pelanggan. Karena akan ada memakan waktu, biaya transportasi untuk menjangkau lokasi pelanggan. Dengan kemajuan teknologi saat ini, bukan tidak mungkin instalasi listrik ditiap titik, diibaratkan IP Address yang dapat di remote untuk melakukan maintenance.

Semoga Indonesia maju dalam penggunaan teknologi, karena sumber daya manusia Indonesia pun tidak kalah dengan di negara maju sana.

Adobe Air, Offline serasa Online

Hari ini saya berkesempatan untuk dipertemukan dengan Adobe Air, yang akhirnya membuat saya untuk “menyentuh” lagi blog ini, ternyataaa…udah 7 bulan yg lalu ga disentuh sejak terakhir kali *curcol ga penting* :D . Mo alasan dikit ah, kenapa kok lama bgt ga nyentuh2, selain krn emg krg bs meluangkan wkt *alesaan*, tp krn setiap ada hasrat hrs berurusan dengan lupa password :D . Jadi hr ini dah diberesin smuanya, mudah2an ga ada lagi alasan buat nulis hal2 yg sebenarnya emg perlu ditulis, buat bagi2, wlpun cm dikit, moga2 bermaanfaat.

Membahas Adobe Air ini sebenarnya udah lumayan basi *malu deh aku* tapi karena memang baru berkesempatan benar2 mendalaminya sekarang, jadi ya saya baru mulai meng-oprek2.

Hal pertama yang terlintas dari Adobe Air ini, apakah secara konsep tujuannya sama dengan Cloud Computing?? Karena kata “Air”nya itu, saya berasumsi awal, kita bisa melakukan apasaja di air(udara) == cloud(awan) :D . Udara dan awan yang dimaksud disini tentu saja jaringan internet yang kalau di skema biasa digambarkan dengan bentuk awan. Padahal AIR sendiri adalah singkatan dari Adobe Integrated Runtime.

Adobe AIR sendiri adalah salah satu jawaban dari teknologi RIA (Rich Internet Application) yang mulai booming belakangan ini. Membahas sepintas tentang RIA (Rich Internet Application) *pdhl udah ada di draft blog ini dr dahulu kala,tp blm di publish2 jg-ya salah sndiri :D * , RIA lahir dari adanya fitrah manusia yang menyukai keindahan dan ke-interaktifan, kedinamisan. RIA mengakomodasi ide2 dari industri kreatif yang diterapkan di dunia website yang sebelumnya terbatas (krn pertimbangan bandwidth kecil, sedangkan rata2 ide dr industri kreatif menghasilkan grafis yang berat dr sisi ukuran file). Daripada berpanjang2, contoh RIA adalah iklan/ banner di website (rata2 portal berita) yang bisa berjalan sendiri mengelilingi window browser, ataupun, banner yang kalau di mouseover bisa keluar object dari banner itu, dan banner keren2 lainnya *suka amaze sendiri kalo liat banner RIA* :D

*postingan yg sudah ditulis dari tahun lalu, tp baru di publish August 2011*
*diantara postingan yg masih draft*

Pelajaran : jangan menunda2 untuk hal yg positif, jgn terlalu idealis, perfectionist. speak out your mind.

Google Translate Advanced

Hampir semua orang pasti sudah pernah menggunakan fitur google yang begitu bermanfaat bagi yang masih terbata-bata dengan bahasa Inggris, yap, itu adalah google translate. Fitur google yang satu ini cukup bermanfaat selain karena fungsi utamanya menerjemahkan, juga menggunakan teknologi AJAX, sehingga user dapat dengan cepat menemukan arti dari kata yang diterjemahkannya.

Fungsi menerjemahkan dari google tersebut, tidak hanya sebatas google translate saja ternyata. Hari ini, ketika saya googling dengan google.co.id dengan keyword berbahasa inggris (disini belum membahas mengapa saya mencari jawaban dari keyword tersebut :D ) . Di bagian bawah hasil pencarian ternyata ada link dengan kata2 “Lihat hasil penelusuran yang diterjemahkan dari bahasa Inggris ke Indonesia: “.

Saya langsung klik saja, ternyata muncul halaman hasil pencarian lain, yang semuanya berbahasa indonesia, saya pikir itu adalah website2 yang memang berbahasa indonesia. Lalu saya klik salah satu, dan itu website forum. Saya pun mulai membacanya, tetapi sebagai orang yang 100% asli Indonesia (hehehe), saya merasa janggal dengan bahasa Indonesia yang digunakan dalam forum tersebut, mudah dimengerti memang bahasa yang digunakannya, tapi kok janggal ya, seperti bukan bahasa sehari2.

Ternyata kecurigaan saya benar, website forum tersebut ternyata merupakan website asli luarnegeri, artinya konten website itu telah diterjemahkan oleh Google, seluruhnya, berikut dengan menu-menu navigasinya.

Hebat, terobosan baru dari Google ;) . Mungkin teman2 yang membaca postingan ini sudah ada yg pernah menemukan sebelumnya, tapi karena rasa kagum saya, saya PeDe aja deh tuk menuliskan dan membaginya disini, hehehe…

Subdirectories vs Subdomain

Tulisan ini dimaksudkan untuk dokumentasi pribadi, tapi supaya mudah ditemukan, ku rangkum lah disini. Walaupun agak malu membahas disini, karena ini sebenarnya teknologi sudah lumayan ketinggalan jaman,hehehe..

Tulisan ini disimpulkan dari website http://www.listbuildingblog.com/?p=232

Terkait dengan pertanyaan bagaimana cara men-generate traffic ke website baru/dengan domain baru pula, dimana salah satu caranya adalah dengan membuat subdirectory atau subdomain, maka kembali terlintas pertanyaan, mana yang lebih baik digunakan agar google dapat meng-index-nya dengan maksimal?
Jawabannya adalah :

  1. Dari segi kemudahan pembuatan
    Gunakan subdirectory, karena lebih mudah dibuat, sama seperti membuat sub folder, sedangkan bila membuat subdomain, mesti bermain di konfigurasi server domain yang dimaksud (seperti :virtualhost , lebih lengkapnya bisa di googling)
  2. Dari sisi ke-powerfull-an konten dapat ter-index di search engine
    Tidak ada bedanya. Artinya mau menggunakan subdirectory atau subdomain, konten tetap sama treatment indexingnya, artinya lagi, traffic yang masuk ke main domain jg akan bertambah.

Catatan :

Gunakanlah subdomain bila konten/informasi yang akan ditampilkan secara signifikan berbeda dengan konten di main domain.

    Menata Mimpi

    Setiap orang pasti memiliki mimpi. Ada yang berpendapat, mimpi itu adalah sesuatu yang tak tergapai, hanya sebatas fantasi, angan-angan. Tapi suatu ketika dalam arti sebenarnya mimpi pun terkadang menjadi kenyataan. Malam ini bermimpi sesuatu, keesokannya tiba2 hal itu terjadi. Ini artinya mimpi bisa terwujud, nyata, dijalani.

    Bila mimpi bisa terwujud, maka mulai saat ini tata-lah mimpi. Mulai menuliskan mimpi-mimpi indah kita. Yakinlah karena suatu hari mimpi-mimpi itu akan tercapai. Tentunya mimpi bisa tercapai diiringi dengan usaha dan doa. Kobaran semangat juga diperlukan untuk terus berusaha dan berdoa menuju jalan pencapaian mimpi2 itu.

    Maka aku akan memulai kembali menata mimpi2ku, mulai menuliskannya tidak hanya di otak ku, namun juga menuliskannya dalam bentuk yg bisa terlihat, media kertas fisik maupun digital, agar semangat bisa terus menjadi bahan bakarnya.

    Tak terasa hampir 4 tahun sejak aku menyelesaikan studiku di November 2005. Dalam rentang waktu 4 tahunku itu beragam tugas kantor ku lakoni, beragam pengalaman profesional ku dapat, sampai terkadang karena padatnya tugas2ku (demi menjemput rezeki) itu, aku mulai melupakan mimpiku.

    Lalu di sore hari ini, di hari dimana aku kembali bekerja setelah melewati waktu libur, aku mulai teringat akan mimpiku. Aku mulai memikirkannya.. Apakah apa yang aku jalani selama hampir 4 tahun ini, sudah ada di jalan yang tepat untuk meraih mimpi2 ku?

    Mimpiku, mimpi karir profesional ku, keinginan yang tercetus ketika aku mulai belajar background pendidikanku dulu di bangku kuliah, adalah menjadi system analyst. Mengapa aku memilih mimpi itu? Dibawah sadarku, aku merasa senang bisa berkomunikasi dengan orang lain untuk memecahkan masalah bersama2, berdiskusi untuk hal2 demi kemajuan bersama. Kadang dulu, sebagai remaja yang masih mencari identitas, aku terpikir untuk menjadi psikolog, karena hobi ku mendengarkan curahan hati teman2ku. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk mengambil jurusan teknik informatika, terkait dengan hobiku yang lain, yaitu berhitung dan kegemaran berada di depan komputer (main game, jaman dulu :D )

    Seiring pendidikan formal ku yang mengarah ke bidang teknologi informasi, aku mulai mencari profesi apa yang bisa kujalani nanti tanpa mengabaikan kegemaranku berbincang dengan orang lain untuk mencari penyelesaian masalah. System analyst, itu yg sering terlintas di pikiranku saat itu. System analyst atau penganalisa sistem, adalah profesi yang ada di dua dunia, dunia mesin dan dunia manusia. Tujuannya bagaimana manusia bisa mengefesienkan dan mengefektifkan waktu, dengan bantuan mesin. Namun terkadang manusia tidak bisa menerjemahkan apa yang diinginkannya kepada mesin (dalam hal ini komputer) yang akan membantunya tersebut. System analyst lah yang berada di dua dunia itu, untuk membuat sistem komputer bisa dijalankan secara efektif dan efisien sesuai dengan keinginan manusia.

    Ada suatu waktu dimana ku pikir aku mendapatkan kesempatan berada dijalan yang tepat, tapi ternyata jalan itu tidak sesuai dengan jalan yang pada awalnya ditunjukan. Ternyata jalan itu malah membawaku ke arah yang salah. Hingga akhirnya aku memutuskan kembali ke jalan sebelumnya, sebelum terlalu jauh menempuh jalan yang salah. Jalan sebelumnya inilah yang aku jalani hampir 4 tahun ini.

    Di jalan sebelumnya ini walaupun aku belum melihat tujuannya adalah impianku. Namun di jalan ini, aku menjalani hal-hal yang mungkin aku jalani pula di jalan menuju mimpiku ini. Berkomunikasi dengan manusia dan komputer, berdiskusi, merencanakan sesuatu, menganalisis sesuatu sampai menyimpulkannya, aku dapat di jalan ini. Walaupun mungkin takarannya tidak sebesar apabila aku menempuh jalan tol ke tujuan mimpiku ini.

    Hal-hal yang kujalani selama ini, aku yakini sebagai bekal menuju jalan dimana mimpiku berada. Dengan terus berusaha, berdoa dan meyakini bahwa mimpiku akan terwujud, aku akan memiliki semangat untuk terus belajar, belajar tanpa pilih2, karena aku yakin, segala sesuatu memiliki manfaat dan hikmahnya.

    Semoga semua orang bisa menata mimpi, dengan terus bersemangat berusaha mewujudkan mimpinya walaupun mungkin terkadang merasa jalan yang dilaluinya adalah jalan yang berliku bukan jalan tol dimana dia akan cepat sampai di mimpinya. Jalan yang berliku adalah bekal, pelajaran, pendewasaan, sampai pada mimpinya nanti, seseorang akan lebih bijak menjalani mimpinya.

    [Pelajaran di waktu kemarin] Pesan tiket pesawat online

    Ceritanya beberapa waktu lalu ada peristiwa yang membuat saya harus menukar tiket kereta yang sudah ditangan, karena tidak bisa berangkat di waktu yg telah dijadwalkan, padahal saya hrs bisa sampai di kota tujuan sesegera mungkin…

    Singkat kata, keesokan harinya saya mulai hunting tiket pesawat, dengan harapan keesokan paginya saya sudah di kota tujuan. Hmm..biasanya, saya menggunakan maskapai berwarna merah dengan salah satu nama benua di kedua kata namanya.. itu pun kalau saya memesan jauh2 hari..

    Nah, karena ini saya mau pesan dadakan tentunya dengan maskapai yang ada jadwal penerbangan pagi, saya googling2 beberapa maskapai yg ada di ingatan saya. Lalu saat jam menunjukan hampir 14.00, baru saya menemukan website maskapai yg harga dan jadwal keberangkatannya sesuai dengan harapan saya..

    Setelah saya ingat2, sebelumnya saya sudah “kesasar” dan sudah check schedule ke website itu,tapi mgkn krn harganya tidak sesuai jadi saya tinggalkan,hehe.. Beruntungnya, setelah saya penasaran dan hampir menyerah saja untuk urusan harga, saya kembali ke website itu, ternyata harganya sudah sedikit turun, tapi lumayan lah, karena reasonable untuk kantong saya :D , dibawah 300rb, alhamdulillah..

    Lalu setelah saya baca cara pembayarannya pun, ternyata memudahkan untuk saya yg tidak memiliki CC,hehe..karena cukup transfer via ATM dengan memasukan kode pembayarannya. Namun,ternyata saya mulai khawatir :D , soale tanda bukti yg saya punya hanyalah struk dari transaksi pembayaran di ATM…Ini saya pikir relatif baru, karena rata2 sebelum masuk pintu keberangkatan, akan ada pemeriksaan tiket, yg saat itu terlintas di pikiran saya, apakah struk itu akan diterima sebagai tiket? Kalau print2an kode booking saat tiket sudah pernah dibayar via CC, itu sudah pernah saya alami, saat naik maskapai yg terkenal itu, dengan nama benua di salah satu katanya.

    Lalu saya pun googling2 lagi, siapa tau ada seseorang yg sudah menuliskan pengalamannya, check-in dengan berbekal struk ATM tanda pembayaran tersebut. Tapi, saya tidak menemukannya, rata2 adalah testimoni negatif tentang pelayanan maskapai itu, maka makin khawatir lah saya, jgn2 gara2 hanya berbekal struk ATM itu, saya akan dilempar kesana kemari untuk mengurus hal2 yg mgkn saja belum saya penuhi, pdhl rencana saya, keesokan pagi itu saya harus sudah berada di kantor.

    Namun, beruntung lagi, rumah saya di kota itu letaknya dekat dengan lokasi bandara, sehingga saya bisa ke counter maskapai itu untuk memastikan apakah struk itu akan diterima?? Jawaban yang saya dapat yaitu bisa dong,ihihi..

    Dasar orang ndeso, walaupun sudah lama hidup di jakarta, dimana antena kewaspadaan harus selalu menyala, berimbas pada kekhawatiran yg kadang2 konyol,hehehe..Mungkin karena juga hidup saya yg sedang datar2 saja, sehingga saya seakan tidak siap bila terjadi hal2 diluar dugaan, segala sesuatu harus terencana, sehingga tidak ada jalan cerita yg seperti rollercoaster :D .

    Tapi tidak ada hidup seperti itu, pasti akan ada saat2 seperti roller coaster, dimana harus naik turun dengan kecepatan yg tinggi. Pelajaran lainnya adalah jalani hidup dengan easy going, jangan dibikin susah. Bagaimana bisa easy going?? Teruslah berpikiran positif, jadi walaupun ada kemungkinan terburuk, juga berpikir pasti ada kemungkinan terbaik. Untuk membuat kemungkinan terbaik itu menjadi nyata, berusahalah mencari petunjuk2 bagaimana kemungkinan terbaik itu bisa menjadi nyata

    Oh ya, mau tau maskapai itu? :D . Jauh dari maksud promosi nih. Maskapai itu ada Lion Air. Alhamdulillah, pesawat yang saya naiki saat itu sudah jenis baru Airbus 900ER juga tanpa delay, relatif tepat waktu (karena ada selisih 10menit dari jadwal keberangkatan). Majulah maskapai Indonesia, tingkatkan terus pelayanannya!!

    Memulai Kembali

    Setelah lama tidak ku tengok blog ini, karena keterbatasan bandwidth yang sehari2 ku gunakan. Hari ini, ketika membaca salah satu artikel di ilmukomputer.org , aku menemukan quote yang dalam, begini bunyinya “bahasa tertulis adalah penanda peradaban sebuah bangsa”. Sehingga, ku tekadkan aku tidak akan mengalah pada kemunduran infrastruktur/ bandwidth yang ku alami. Aku akan terus menggoreskan sedikit ilmu yang ku peroleh :D , smoga bermanfaat, amiiin..

    Di sela2 ketidaksibukan ku hari ini :D , aku sempat jalan2 di dunia maya, dan aku diarahkan ke “sesuatu”. Sesuatu yang membuatku harus bangkit dari keterlenaanku dari adanya ketidaksibukan ini. Yap, mungkin ini sedikit melenceng dari tema blog ku yang biasanya membahas tutorial. Kali ini aku ingin berbagi tentang harapan, komentar, keadaan Indonesia saat ini.

    Indonesia negeri dengan penduduk yang tidak sedikit, terbanyak diantara tetangga2 se-Asia Tenggara, tetapi Indonesia penuh ironi. Salah satu contohnya dialami olehku yaitu keterbatasan bandwidth,hehe..(agak curhat nih). Selain itu, seperti quote yang tadi diatas ku tulis, tentang peradaban suatu generasi ditandai dengan bukti nyata, berbentuk tulisan dari ilmu yang dikuasai generasi itu. Inilah ironi, dilema yang sedang dihadapi Indonesia, seperti yang digambarkan disalah satu artikel di ilmukomputer.org itu.

    Ditengah2 perkembangan ilmu dan teknologi, ditengah banyaknya minat masyarakat untuk menuntut ilmu, tapi adanya keterbatasan untuk mengaksesnya. Selain bandwidth tadi, adanya ilmu-ilmu yang telah ditulis oleh ilmuwan “jaman dulu” tetapi baru tergores diatas kertas, alangkah semakin bergunanya, bila ilmu itu tergores diatas media digital. Memang sudah banyak blog2 bertebaran, dan banyak pula yang menggoreskan ilmu-ilmu baru. Tetapi alangkah kayanya Indonesia, bila terdapat perpustakaan nasional digital, yang berisi sejarah bangsa,  sejarah peradaban jaman kerajaan, yang bisa membuat generasi muda Indonesia saat ini bangga akan bangsanya.

    Ilmu-ilmu baru pun terus berkembang, dengan adanya kemajuan teknologi informasi, dengan adanya internet semestinya para akademisi, para peneliti dapat berlomba2 mempublikasikan jurnalnya di satu web kumpulan jurnal ilmiah khusus berbahasa Indonesia. Tapi, berdasarkan pengalamanku saat googling untuk mencari referensi bahan2 tesisku, dibandingkan dengan jumlah universitas di Indonesia, jurnal2 yang telah dipublikasi melalui internet itu belum lah sebanding. Seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, universitas2 yang ada mungkin memiliki keterbatasan akses ke internet. Kalaupun ada akses, bandwidth tidak mencukupi, sehingga untuk mengakses suatu halaman web saja, perlu waktu lama untuk menunggu.

    Alangkah indahnya, bila suatu hari setiap akademisi disuatu daerah dapat men-submit jurnal yang berisi studi kasus dari permasalahan yg terjadi di daerahnya, karena kebudayaan Indonesia sangatlah beragam. Sehingga terkumpul jurnal2 made in Indonesia yang malah bisa jadi rujukan bangsa lain bila ingin belajar tentang Indonesia.