Memulai Kembali

Setelah lama tidak ku tengok blog ini, karena keterbatasan bandwidth yang sehari2 ku gunakan. Hari ini, ketika membaca salah satu artikel di ilmukomputer.org , aku menemukan quote yang dalam, begini bunyinya “bahasa tertulis adalah penanda peradaban sebuah bangsa”. Sehingga, ku tekadkan aku tidak akan mengalah pada kemunduran infrastruktur/ bandwidth yang ku alami. Aku akan terus menggoreskan sedikit ilmu yang ku peroleh😀 , smoga bermanfaat, amiiin..

Di sela2 ketidaksibukan ku hari ini😀, aku sempat jalan2 di dunia maya, dan aku diarahkan ke “sesuatu”. Sesuatu yang membuatku harus bangkit dari keterlenaanku dari adanya ketidaksibukan ini. Yap, mungkin ini sedikit melenceng dari tema blog ku yang biasanya membahas tutorial. Kali ini aku ingin berbagi tentang harapan, komentar, keadaan Indonesia saat ini.

Indonesia negeri dengan penduduk yang tidak sedikit, terbanyak diantara tetangga2 se-Asia Tenggara, tetapi Indonesia penuh ironi. Salah satu contohnya dialami olehku yaitu keterbatasan bandwidth,hehe..(agak curhat nih). Selain itu, seperti quote yang tadi diatas ku tulis, tentang peradaban suatu generasi ditandai dengan bukti nyata, berbentuk tulisan dari ilmu yang dikuasai generasi itu. Inilah ironi, dilema yang sedang dihadapi Indonesia, seperti yang digambarkan disalah satu artikel di ilmukomputer.org itu.

Ditengah2 perkembangan ilmu dan teknologi, ditengah banyaknya minat masyarakat untuk menuntut ilmu, tapi adanya keterbatasan untuk mengaksesnya. Selain bandwidth tadi, adanya ilmu-ilmu yang telah ditulis oleh ilmuwan “jaman dulu” tetapi baru tergores diatas kertas, alangkah semakin bergunanya, bila ilmu itu tergores diatas media digital. Memang sudah banyak blog2 bertebaran, dan banyak pula yang menggoreskan ilmu-ilmu baru. Tetapi alangkah kayanya Indonesia, bila terdapat perpustakaan nasional digital, yang berisi sejarah bangsa,  sejarah peradaban jaman kerajaan, yang bisa membuat generasi muda Indonesia saat ini bangga akan bangsanya.

Ilmu-ilmu baru pun terus berkembang, dengan adanya kemajuan teknologi informasi, dengan adanya internet semestinya para akademisi, para peneliti dapat berlomba2 mempublikasikan jurnalnya di satu web kumpulan jurnal ilmiah khusus berbahasa Indonesia. Tapi, berdasarkan pengalamanku saat googling untuk mencari referensi bahan2 tesisku, dibandingkan dengan jumlah universitas di Indonesia, jurnal2 yang telah dipublikasi melalui internet itu belum lah sebanding. Seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, universitas2 yang ada mungkin memiliki keterbatasan akses ke internet. Kalaupun ada akses, bandwidth tidak mencukupi, sehingga untuk mengakses suatu halaman web saja, perlu waktu lama untuk menunggu.

Alangkah indahnya, bila suatu hari setiap akademisi disuatu daerah dapat men-submit jurnal yang berisi studi kasus dari permasalahan yg terjadi di daerahnya, karena kebudayaan Indonesia sangatlah beragam. Sehingga terkumpul jurnal2 made in Indonesia yang malah bisa jadi rujukan bangsa lain bila ingin belajar tentang Indonesia.

One thought on “Memulai Kembali

  1. siiip mbak.
    tetep semangat ….
    aku sepakat banget tu mbak, seandainya ilmu yang telah didapat dipublikasikan lagi alangkah mudahnya kita mendapat ilmu. dan pasrti rakyat indonesia pada pinter2. tapi sayang para peneliti tidak membayangkan seperti itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s