Menata Mimpi

Setiap orang pasti memiliki mimpi. Ada yang berpendapat, mimpi itu adalah sesuatu yang tak tergapai, hanya sebatas fantasi, angan-angan. Tapi suatu ketika dalam arti sebenarnya mimpi pun terkadang menjadi kenyataan. Malam ini bermimpi sesuatu, keesokannya tiba2 hal itu terjadi. Ini artinya mimpi bisa terwujud, nyata, dijalani.

Bila mimpi bisa terwujud, maka mulai saat ini tata-lah mimpi. Mulai menuliskan mimpi-mimpi indah kita. Yakinlah karena suatu hari mimpi-mimpi itu akan tercapai. Tentunya mimpi bisa tercapai diiringi dengan usaha dan doa. Kobaran semangat juga diperlukan untuk terus berusaha dan berdoa menuju jalan pencapaian mimpi2 itu.

Maka aku akan memulai kembali menata mimpi2ku, mulai menuliskannya tidak hanya di otak ku, namun juga menuliskannya dalam bentuk yg bisa terlihat, media kertas fisik maupun digital, agar semangat bisa terus menjadi bahan bakarnya.

Tak terasa hampir 4 tahun sejak aku menyelesaikan studiku di November 2005. Dalam rentang waktu 4 tahunku itu beragam tugas kantor ku lakoni, beragam pengalaman profesional ku dapat, sampai terkadang karena padatnya tugas2ku (demi menjemput rezeki) itu, aku mulai melupakan mimpiku.

Lalu di sore hari ini, di hari dimana aku kembali bekerja setelah melewati waktu libur, aku mulai teringat akan mimpiku. Aku mulai memikirkannya.. Apakah apa yang aku jalani selama hampir 4 tahun ini, sudah ada di jalan yang tepat untuk meraih mimpi2 ku?

Mimpiku, mimpi karir profesional ku, keinginan yang tercetus ketika aku mulai belajar background pendidikanku dulu di bangku kuliah, adalah menjadi system analyst. Mengapa aku memilih mimpi itu? Dibawah sadarku, aku merasa senang bisa berkomunikasi dengan orang lain untuk memecahkan masalah bersama2, berdiskusi untuk hal2 demi kemajuan bersama. Kadang dulu, sebagai remaja yang masih mencari identitas, aku terpikir untuk menjadi psikolog, karena hobi ku mendengarkan curahan hati teman2ku. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk mengambil jurusan teknik informatika, terkait dengan hobiku yang lain, yaitu berhitung dan kegemaran berada di depan komputer (main game, jaman dulu :D)

Seiring pendidikan formal ku yang mengarah ke bidang teknologi informasi, aku mulai mencari profesi apa yang bisa kujalani nanti tanpa mengabaikan kegemaranku berbincang dengan orang lain untuk mencari penyelesaian masalah. System analyst, itu yg sering terlintas di pikiranku saat itu. System analyst atau penganalisa sistem, adalah profesi yang ada di dua dunia, dunia mesin dan dunia manusia. Tujuannya bagaimana manusia bisa mengefesienkan dan mengefektifkan waktu, dengan bantuan mesin. Namun terkadang manusia tidak bisa menerjemahkan apa yang diinginkannya kepada mesin (dalam hal ini komputer) yang akan membantunya tersebut. System analyst lah yang berada di dua dunia itu, untuk membuat sistem komputer bisa dijalankan secara efektif dan efisien sesuai dengan keinginan manusia.

Ada suatu waktu dimana ku pikir aku mendapatkan kesempatan berada dijalan yang tepat, tapi ternyata jalan itu tidak sesuai dengan jalan yang pada awalnya ditunjukan. Ternyata jalan itu malah membawaku ke arah yang salah. Hingga akhirnya aku memutuskan kembali ke jalan sebelumnya, sebelum terlalu jauh menempuh jalan yang salah. Jalan sebelumnya inilah yang aku jalani hampir 4 tahun ini.

Di jalan sebelumnya ini walaupun aku belum melihat tujuannya adalah impianku. Namun di jalan ini, aku menjalani hal-hal yang mungkin aku jalani pula di jalan menuju mimpiku ini. Berkomunikasi dengan manusia dan komputer, berdiskusi, merencanakan sesuatu, menganalisis sesuatu sampai menyimpulkannya, aku dapat di jalan ini. Walaupun mungkin takarannya tidak sebesar apabila aku menempuh jalan tol ke tujuan mimpiku ini.

Hal-hal yang kujalani selama ini, aku yakini sebagai bekal menuju jalan dimana mimpiku berada. Dengan terus berusaha, berdoa dan meyakini bahwa mimpiku akan terwujud, aku akan memiliki semangat untuk terus belajar, belajar tanpa pilih2, karena aku yakin, segala sesuatu memiliki manfaat dan hikmahnya.

Semoga semua orang bisa menata mimpi, dengan terus bersemangat berusaha mewujudkan mimpinya walaupun mungkin terkadang merasa jalan yang dilaluinya adalah jalan yang berliku bukan jalan tol dimana dia akan cepat sampai di mimpinya. Jalan yang berliku adalah bekal, pelajaran, pendewasaan, sampai pada mimpinya nanti, seseorang akan lebih bijak menjalani mimpinya.

2 thoughts on “Menata Mimpi

  1. isun says:

    wah…saya masih bingung untuk menentukan mimpi mana yang harus saya jalani……..berhubung saya anak informatika, terbesit pengen jadi system analyst, tapi masih belum yakin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s