Dilema Listrik Prabayar

Kisah ini saya ceritakan berharap di masa mendatang akan ada solusi penggunaan teknologi yang lebih baik dari yang saat ini para pelanggan listrik terima. Kisah ini bermula saat saya mulai menggunakan listrik prabayar. Di Indonesia, listrik prabayar belum lama diimplementasikan. Implementasi listrik prabayar dimulai untuk para pengguna listrik instalasi baru, sehingga belum banyak orang yang menggunakan.

Solusi pemakaian listrik prabayar sebenarnya merupakan terobosan yang cukup efektif untuk mengurangi kelalaian dalam pencatatan dan kontrol penggunaan listrik bagi pemakaian rumah tangga. Karena prosedur penggunaan fasilitas listrik pada listrik prabayar adalah pelanggan tidak akan mendapatkan energi listrik, bila belum membeli voucher listrik. Prosedurnya :

  1. Membeli listrik prabayar (tersedia nominal Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000, Rp 500.000 dan Rp 1.000.000) dengan membawa nomor ID meteran listrik di rumah kita.
  2. Nomor ID tersebut akan diinput ke sistem PLN, lalu token akan ter-generate
  3. Kita membayar sesuai nominal ataupun ada yang perlu tambah biaya administrasi (saya pernah membeli nominal Rp 100.000 dan membayar Rp 102.000)
  4. Kita menginput token yang didapat ke meteran listrik di rumah, kWh yang tercantum pun akan bertambah nilainya.

Sebenarnya dengan prosedur seperti itu, pelanggan pun dapat mengontrol dirinya dalam menggunakan listrik, artinya juga penggunaan energi listrik dapat lebih hemat, dengan kata lain penghematan energi di Indonesia dapat terwujud dan mengurangi efek penggunaan sumber daya tak terbarukan.

Masalah yang muncul dari listrik prabayar yang belum lama diimplementasikan ini adalah belum siapnya sistem pengisian listrik atau pembelian voucher. Sistem pembelian listrik prabayar teorinya cukup ideal, yaitu pembelian voucher dapat dibeli dimana saja selama ada perangkat yang terhubung dengan server khusus pembelian voucher listrik prabayar PLN. Ada beberapa alternatif pembelian voucher listrik prabayar dari yang saya baca disini, yaitu :

  1. Kantor PLN (sudah pasti)
  2. Kantor POS
  3. Toko-toko yang memiliki alat pembelian voucher dari PLN
  4. ATM BRI, ATM Mandiri, ATM Bukopin (seperti info yang tertera disini) –> tapi saya sudah mengalaminya, pada prakteknya, ATM2 yg dimaksud belum memiliki menu khusus untuk pembelian listrik prabayar

Pada pengalaman pertama saya membeli voucher, saya cukup terkesan, karena saya dapat membeli voucher melalui kantor pos di Kuningan Jawa Barat, padahal rumah saya (yang menggunakan listrik prabayar) ada di Depok. Artinya sistem online itu berjalan dengan baik.

Pengalaman kedua pun tidak ada masalah, karena mulai banyak bertebaran toko-toko yang melayani pengisian ulang listrik prabayar, jadi saya tidak perlu ke PLN atau kantor pos yang lokasinya lebih jauh dijangkau dari rumah. Pengalaman ketiga, mulai menjadi kesulitan, saya mencoba membeli ke toko biasa saya beli, namun katanya saat itu server mengalami error, dan itu sudah berlangsung beberapa hari. Logikanya kalau server error, maka tidak akan bisa dilakukan peng-generate-an token listrik dimana pun. Bayangkan bila meteran listrik di rumah, sudah menunjukkan angka kWh yang tinggal sedikit dan alarm dari meteran sudah mulai menyala (bunyinya bisa didengar dari jauh, malu sm tetangga :D). Namun pada saat itu, saya berusaha ke kantor PLN berharap server sudah normal, dan :

  1. Siang hari saya langsung ke PLN, tidak berhasil (ya sedikit bisa ditebak, karena server masih bermasalah), lalu di PLN saya diberikan 3 nomor call center listrik prabayar. Kata petugas PLN, bisa langsung dihubungi apabila sewaktu2, server sudah kembali normal.
  2. Sore hari saya kembali ke PLN, katanya server sudah normal dan bisa melakukan pembelian, anehnya, saya pembeli pertama yg datang, token belum ter-generate, namun pembeli yg datang setelah saya, token langsung ter-generate. Lalu saya pun menelepon nomor call center yang diberikan dan saya pun akhirnya bisa mendapat token, dengan proses pembayaran transfer rekening.

Pengalaman yang saya alami kemarin adalah level yg lebih tinggi lagi dari beberapa pengalaman saya menggunakan listrik prabayar. Beberapa alternatif saya jalani demi mendapatkan voucher listrik :

  1. Saya berusaha membeli voucher listrik di toko dekat rumah, namun katanya sedang upgrade alat
  2. Di sore hari saya ke kantor PLN, dan ditangani petugas security 24 jam, karena counter sudah tutup sejak jam 5 sore. Petugas melayani dengan sabar, namun masalah dulu, keanehan kembali terulang, token yang di generate dari inputan ID meter pelanggan, tidak kunjung didapat, padahal ada pelanggan yang datang setengah jam setelah saya, token generated ID meter dia, langsung didapat.
  3. Mulai dari jam 17.20 saat token inputan pertama belum keluar, saya menelepon 3 nomor call center prabayar, ketiganya ada nada sambung, namun tidak diangkat. Hal ini terus saya lakukan sampai kira-kira jam 18.30, nomor call center yang kedua dan ketiga, mulai tidak aktif (entah itu dimatikan atau memang baterai habis). Pun sampai jam 19.20 saat kesabaran saya mulai diambang batas, satu2nya nomor callcenter yg masih terdengar nada sambung, belum jg diangkat.
  4. Saya menunggu hampir 2 jam di pos satpam sejak pembelian pertama di sore, di masa 2 jam itu, telah dilakukan 3 kali inputan ID meter saya ke server mereka, token tak kunjung didapat. Akhirnya saya meminta solusi dan saya dipertemukan langsung dengan karyawan PLN yang sedang bertugas malam itu. Saya diterima bapak2 karyawan PLN tersebut dengan ramah, walaupun mereka sedang menyantap makan malam mereka di kantor.
  5. Ada beberapa orang dalam ruangan tersebut, semua merespon dengan bantuan (mulai dari memberikan nomor telepon kantor PLN terkait sesuai lokasi rumah saya, sampai mengecek ID pelanggan saya) untuk permasalahan yang saya alami. Solusi dari bapak pertama yang saya temui, saya bisa menghubungi PLN region dimana saya tinggal, saya pikir karena KTP saya Depok, PLN Depok lah yang harus saya hubungi, lalu dicarilah nomor telepon PLN Depok. Solusi yang ditawarkan adalah menghubungi PLN Depok dan petugas teknis yang sedang jaga untuk mengatur settingan meteran listrik agar listrik tetap menyala untuk kondisi darurat (teknisnya saya krg mengerti). Solusi ini ujung2nya tidak saya jalani (maaf bapak2 PLN😀 ), karena saya sudah lelah untuk menunggu (lagi) petugas dari PLN yang menangani aliran listrik di daerah rumah saya.

Akhirnya dengan gambling, semalam (pasrah kalau tiba2 kWh habis) saya memutuskan akan mencoba membeli voucher di pagi harinya. Di pagi hari, saya membeli di kantor PLN Lenteng Agung, dan berhasil. Ternyata di tengah malam, saya di telepon oleh petugas PLN DurenTiga, bahwa nomor token ID meter saya akhirnya keluar, namun saya telah membatalkan pembelian karena saya baru melihat sms tersebut di pagi hari saat saya sudah membeli di PLN Lenteng Agung.

Sebenarnya untuk pelayanan sumber daya manusia, saya sebagai pelanggan cukup puas atas keramahan dan layanannya. Namun, sekiranya ada beberapa pelajaran dan pembelajaran dalam hal teknologi yang dipetik demi manfaat di masa depan, diantaranya :

  1. Andai pembelian voucher tidak perlu menggunakan input ID meter pelanggan, seperti pembelian voucher untuk nomor seluler. Jadi pelanggan tidak perlu menunggu token, hasil generate dari ID meter.
  2. Andaipun itu tidak bs dilakukan, semoga pembelian melalui ATM2 dapat segera terlaksana.
  3. Andaipun pula itu masih belum tersedia, maka ada sistem ter-sentralisasi untuk mengatur meteran listrik pelanggan dan melakukan setting layanan darurat agar listrik dapat menyala. Tanpa petugas harus ke rumah pelanggan. Karena akan ada memakan waktu, biaya transportasi untuk menjangkau lokasi pelanggan. Dengan kemajuan teknologi saat ini, bukan tidak mungkin instalasi listrik ditiap titik, diibaratkan IP Address yang dapat di remote untuk melakukan maintenance.

Semoga Indonesia maju dalam penggunaan teknologi, karena sumber daya manusia Indonesia pun tidak kalah dengan di negara maju sana.

16 thoughts on “Dilema Listrik Prabayar

  1. deddy says:

    Sekedar informasi, untuk pembelian token PLN prabayar drpd repot2 ke PLN bisa juga dgn membeli melalui jasa penjualan token PLN (di internet). Dgn cara terlebih dahulu kita mentransfer besarnya Rp yg kita inginkan, baru setelah itu kita konfirmasi ke ybs kl kita sdh men-transfer, lalu dia akan kirim via sms 20 digit kode tokennya. Walaupun saya tdk mengenal org yg berjualan token tsb, namun alhamdulilah selama ini gak ada mslh, token selalu sy terima (via sms) gak sampe 5 mnt setelah sy konfirmasi (via sms) ke rek BCA org tsb. Mgkn anda bisa menggunakan cara ini sebagai alternatif. Very simple! apalagi bila anda transfernya via HP atau internet banking.

  2. Uciengtue says:

    Baru pasang, lalu isi ulang dan berhasil. Pas mau liat saldo tiba2 listrik putus pesan err 02. Ada yg bisa bantu???

  3. Adul says:

    sekedar tambahan pengalaman dan komentar pada PLN nih, masalah byang saya hadapiub adalah : saya penjual pulsa(token listirk) pada suatu hari saya menjual token listrik kepada seorang pelanggan yang mana masalah terjadi adalah sewaktu pengisian pada meteran listirknya nilai Kwh nya ngga mau mau masuk atau bertambah ( indikator gagal) padahal nomor yang 20 digit sudah benar saya masukkan sendiri, listirk pun ngga mau menyala, sampai saat ini saya belum mendapatkan solusi / cara menanggulangi yang demikian, jd klo ada yanfg sudah tau caranya tolong lah pemberitahuannya TQ

  4. error says:

    dirumah gw kebetulan sudah pake listrik prabayar tersebut, tapi anehnya sesudah 2x pengisian ternyata di pengisian token kedua itu meteran tersebut kayak mengalami crash yg mana Kwh gw 475, seharusnya berbunyi tit…tit disertai lampu indikator yg menyala [warna merah], anehnya lampu indikator warna merah memang menyala tapi tidak mengeluarkan bunyi, alhasil 1hari berjalan dengan keadaan seperti itu hingga sekarang gw belum isi tuh token sdh berjalan [+/- 9 bln = terhitung terjadinya error tersebut], dan sampai sekarang belum ada petugas PLN yg mendatangi rmh gw [mudah2an tidak] hehehe…
    Memang gw akuin klo gw juga salah [contoh warga negara yg tidak baik] tapi disisi lain banyak positifnya [bagi gw]

  5. Looking a little rough, but we made it! After a long drought, we
    all get to hang out together again and get back to doing what we love.
    The event is put on with help from the Canadian National Institute
    for the Blind. Actually, when you think about it, restaurant-style coffee mugs are the best
    fit for active families because they were originally designed to
    be sturdy and durable so the company did not have to replace them often–so
    why not use them at home for the same reason? One such fan was Nick St.

  6. You may be able to stop reading here and run to check out
    Barrelhouse Flat, but let me go on. Finished basement with non egress bedroom with two closets.
    The Cosmos is written into your biology, into your DNA, and the template for your human bodies and framework for the purity of
    consciousness you are to experience in such bodies, are constructs which were designed by ascended beings from other worlds and spheres
    of reality. Marriage evolves, and if anything is attacking marriage today, it’s not same-sex marriage but
    divorce. The monarch in question is the late, great King of Rock and Roll — Elvis
    Presley — and the crown is one he wore on a tooth.

  7. elyanora says:

    masih mending saya beli token 200 ribu pas diinput gagal terus, pln cuma bilang “maaf ya buk atas ketidaknyamanannya” (bosen dengarnya),

  8. Wayan says:

    Anda kira listrik pascabayar lebih murah dengan prabayar…? Penilaian anda salah saudara – saudara..!sebelum anda pindah dari pascabayar ke prabayar lebih baik anda cari di google dulu..,berapa banyak keluhan konsumen yang datang ke pln dengan sistem prabayar ini…saya saja sangat menyesal beralih ke sistem ini…pernah sekali istri saya mengajukan keluhan ke pln 123 ..,menanyakan apakah kita bisa kembali dari prabayar ke pascabayar jawabnya tidak bisa karena itu sistem akan di gunakan untuk semua konsumen pln…?kalau begini saya jadi bertanya-tanya di mana hak kita sebagi konsumen…?

  9. latif says:

    Memang PLN belum maksimal dalam melayani konsumen, seharusnya sdh ada progrress (langkah2) dlm membludaknya registrasi ke server untuk nomor token, jd jng dikit2 server lg maentenan, kl perlu buat server yg banyak jd yg satu lg maentenan kan masih ada satu lagi buat layanin , ayoo PLN …..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s