E-Learning dan Knowledge Management System

Sebenarnya sudah sejak awal bulan Agustus ini, topik ini mau saya ulas untuk mengobati my curiosity, karena sekilas kedua sistem tersebut similar.  Jadi, di hari ini saya tuangkan hasil riset kecil2an di internet sejak awal bulan ini  (actually 15 agustus 2011-di draft date blog-,namun baru hari ini bisa meneruskannya setelah 4 bulan berlalu😦 ) terkait E-Learning dan Knowledge Management System

Sebelum ke perbedaannya, mari kita ulas singkat dulu persamaannya.  Secara simple, persamaan E-learning & Knowledge Management System adalah keduanya berfungsi sebagai cara/ metode untuk meningkatkan pengetahuan secara berkelompok. Kedua sistem ini tidak hanya cocok untuk pelajar yang notabene memang tugasnya adalah belajar, namun juga untuk segala kalangan, terutama di perusahaan yang para karyawannya harus terus meng-update informasi dan pengetahuan terkait dengan kemajuan dan tantangan perusahaan di masa saat ini maupun mendatang.

Apa itu E- Learning :

Baiklah, tujuan kedua sistem tersebut intinya sama, yaitu belajar untuk mempertahankan dan mengupdate pengetahuan. Namun, perbedaannya, kalau saya analisa dari sisi waktu dan penggunaannya, penjelasannya sebagai berikut :

  • E-learning system
    Dilakukan di awal, misalnya untuk karyawan yang baru bergabung dengan perusahaan dimana harus memenuhi pengetahuan tertentu terkait seluk beluk bisnis perusahaan.
    Intinya karyawan yang harus “mempersenjatai diri sebelum masuk ke medan perang”.
    Bahkan untuk mahasiswa, biasanya sistem ini digunakan untuk memenuhi penguasaan materi mata perkuliahan yang dilakukan via pertemuan virtual antara dosen dan mahasiswanya
  • Knowledge management system
    Dilakukan pada masa kegiatan berjalan, artinya sistem ini digunakan untuk menunjang tugas yang biasa dihadapi di suatu perusahaan. Termasuk di dalam sistem ini adalah Collaborative learning.
    Collaborative learning adalah suatu sistem belajar dimana semua yang belajar disitu, juga memprovide informasi yang terkait permasalah dan solusi yang pernah dialaminya.
    Knowledge Management System ini dapat mengakomodasi antara kebutuhan bisnis dan kebutuhan belajar/transfer informasi yang banyak di alami oleh perusahaan yang biasanya bergerak relatif cepat dalam bisnisnya, sampai terkadang pengetahuan diantara karyawan tidak merata.
    Sistem ini pun tidak hanya bisa diterapkan di dunia industri namun di dunia akademis, terutama di era keterbukaan informasi saat ini. Dimana pelajaran/ilmu tidak hanya diberikan oleh guru namun bisa oleh siswanya.
    Kalau di knowledge management system ini intinya analoginya adalah pejuang yang terus mengisi pelurunya untuk menghadapi lawan di medan perang bersama pasukannya.

Singkatnya, Knowledge Management System berfungsi sebagai metode dan cara untuk memperkecil kesenjangan pengetahuan antara komponen suatu organisasi. Bahkan dibeberapa literatur,  Knowledge Management System dapat berfungsi sebagai metode untuk menunjang proses perubahan budaya. Dimana di era informasi yang begitu transparan dan cepat penyebarannya, perubahan budaya tidak dapat dipungkiri. Contohnya di perusahaan yang sedang berkembang dan sedang membentuk budaya perusahaan dari fase awal perusahaan berdiri sampai saat perusahaan sedang menuju mature dimana bisnis perusahaan berkembang pesat dan jumlah karyawan bertambah.

Idealnya dalam suatu perusahaan kedua sistem ini diimplementasikan. Bagi Anda yang bekerja di perusahaan besar atau yang sudah mature pasti sudah dalam tahap menggunakannya. Namun bagi saya yang sedang bekerja di perusahaan yang sedang dalam menuju mature, kedua sistem tersebut sangat terasa proses peng-‘godok’-kan dan penanaman/pembiasaan diri dalam menjalani sistem tersebut. Untuk itu, ditengah menggeliatnya bisnis “start-up” dengan potensinya yang berkembang pesat, pengusaha baru bisa mempersiapkan untuk mulai menyandingkan kedua sistem tersebut, agar proses pembinaan sumber daya manusia di dalam sistem perusahaan, dapat berjalan dengan “smooth” dengan meminimalisir kesenjangan pengetahuan yang dimiliki oleh komponen perusahaan.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.

Ref :
http://www.managementsite.com/296/Using-Knowledge-Management-and-Elearning-for-Strategic-Change.aspx

4 thoughts on “E-Learning dan Knowledge Management System

  1. makasih mba infonya🙂 tulisannya penuh semangat. hehe kayak mau jihad kemedan perang. “mempersenjatai diri sebelum masuk ke medan perang”

  2. They were teens who could cut good business deals.

    We all have different priorities and different
    mortgages. This does not have to be the case, but if Sacco want this ‘traditional’ personality for lines 3 and 4, and Mueller
    doesn’t fit that personality, then he has to sit until he gets a shot on line 1
    and 2. Click here to see the AP investigative team’s body of work to date.
    Anim Behav 1976 ; 24 : 230 – 240 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s